
ScienceDaily (Mar. 10, 2009) — Katak racun berwarna di Amazon mendapatkan keanekaragamannya yang besar pada leluhur yang melompat ke daerah ini dari pegunungan Andes beberapa kali pada 10 juta tahun terakhir, sebuah studi baru dari University of Texas at Austin menunjukkannya
Ini adalah studi pertama untuk menunjukkan kalau Andes telah menjadi sumber utama keanekaragaman di lembah Amazon, salah satu oasis terbesar keanekaragaman hayati di bumi. Penemuan ini melawan gagasan kalau keanekaragaman Amazon adalah hasil dari evolusi hanya dalam hutan tropis itu sendiri.
"Pada dasarnya, lembah Amazon adalah tempat pencairan untuk katak amerika selatan," kata mahasiswa Juan Santos, pengarang utama studi ini. "Katak racun memiliki beberapa tempat asal, yang jelas di pegunungan andes, selama jutaan tahun. Kami menunjukkan kalau anda tidak dapat memahami keanekaragaman Amazon dengan hanya melihat pada lembah ini. Daerah sekitarnya juga berperan penting."
Santos dan Dr. David Cannatella, professor biologi integratif, menerbitkan penemuannya bulan ini di jurnal PLoS Biology.
Telah lama dianggap kalau banyak evolusi keanekaragaman hayati di lembah amazon terjadi pada satu hingga dua juta tahun terakhir, sebuah waktu yang singkat.
Santos dan Cannatella mengintip ke sekitar 45 juta tahun lalu memakai teknik biogeografis terbaru untuk menciptakan sejarah evolusi mendalam dari katak racun dalam ruang waktu. Karena tidak adanya catatan fosil yang banyak untuk hutan tropis, karya mereka berdasarkan terutama pada barisan DNA untuk menemukan sejarah evolusi katak.
Katak racun, atau dendrobatidae, beragam dan tersebar luas di Neotropik, sebuah wilayah yang meliputi Amerika tengah dan selatan. Para ilmuan membuat sebuah pohon evolusi, atau filogeni, memakai 223 dari 353 spesies katak racun yang diketahui dari daerah ini.
Dalam menganalisa hubungan evolusi pada katak racun, mereka menemukan kalau keanekaragaman Amazon adalah hasil dari setidaknya 14 dispersal dari katak purba pada daerah ini berawal dari sekitar 23 juta tahun lalu.
Semua katak racun amazon yang hidup berevolusi dari leluhur-leluhur ini, sebagian besar (11 dispersal) datang dari pegunungan Andes.
Lembah Amazon telah berubah dramatis pada waktu itu. Sebuah sistem air dalam daratan raksasa telah muncul dan lenyap, penunungan Andes memulai terangkat (sekitar 15 juta tahun lalu) dan Sungai Amazon terbentuk (sekitar 9 juta tahun lalu).
Sebagian besar dispersal katak dari Andes terjadi antara satu dan 7 juta tahun lalu, saat hutan tropis modern dari lembah Sungai Amazon terbentuk.
"Ada dispersal berulang pada katak dari kaki gunung Andes setelah daratan basah dalam benua yang luas tertarik dari Amazon," kata Santos.
Katak-katak kemudian berevolusi menjadi sekitar 70 spesies yang ditemukan sekarang di lembah Amazon.
Pohon evolusi katak RAcun adalah
LUCA - Eukariota - Unikonta - Ophisthokonta - Hewan -Eumetazoa - Bilateria - Deuterostomia - Chordata - Craniata - Vertebrata - Gnathostomata - Teleostomi - Osteichthyes - Sarcopterygii - Vertebrata darat - Tetrapoda - Amphibia - Amphibia Modern - Batrachia - Salientia - Anura - Bombinanura - Pipanura - Acosmanura - Neobatrachia - Hyloidea - Dendrobatidae - Phyllobates - Phyllobates terribilis
Bandingkan dengan manusia
LUCA - Eukariota - Unikonta - Ophisthokonta - Hewan -Eumetazoa - Bilateria - Deuterostomia - Chordata - Craniata - Vertebrata - Gnathostomata - Teleostomi - Osteichthyes - Sarcopterygii - Vertebrata darat - Tetrapoda - Reptiliomorpha - Amniota - Synapsida - Eupelycosauria - Sphenacodontia - Sphenacodontoidea - Therapsida - Theriodontia - Cynodontia - Mammalia - Eutheria - Primata -Catarrhini - Hominidae - Homo - Homo sapiens
Kita mulai dengan LUCA





