Evolusi Kuda
090423142541.jpg
Dalam sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Science, sebuah analisis oleh para peneliti jerman dari Institut Leibniz untuk riset kebun binatang dan kehidupan liar, Berlin, institut arkeologi jerman, universitas Humboltz Berlin, institut Max Planck untuk antropologi arkeologis, Leipzig, bekerja sama dengan pra ilmuan amerika dan spanyol, telah mengungkapkan misteri tentang pemeliharaan kuda.
Berdasarkan pada DNA purba yang merentang waktu antara pleistosen akhir dan abad pertengahan, mentarget pada gen nuklir yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit memungkinkan untuk mengungkapkan waktu dan tempat peternakan kuda. Lebih lanjut studi ini menunjukkan betapa cepat jumlah pewarnaan meningkat sebagai hasil peternakan. Ia juga menunjukkan dengan jelas kalau keragaman besar warna pada kuda ternak yang kita amati sekarang adalah hasil peternakan selektif oleh para peternak kuno.
Masyarakat modern kita dibangun dalam revolusi neolitikum, yang mengubah tanaman dan hewan liar menjadi jinak sehingga tersedia bagi nutrisi manusia. Di antara semua hewan ternak, tidak satu pun yang berperan penting dalam perang, transportasi dan komunikasi selain kuda.
Selama bermilenium, kuda terkait dengan sejarah manusia merubah masyarakat dalam lingkup benua, dari Aleksander Agung hingga Jenghis Khan yang menginvasi Asia dan Eropa Timur atau rancis Pizarro menghancurkan Kekaisaran Inca dengan hanya 30 tentara berkuda. Kuda adalah hewan mahal dan bernilai sepanjang waktu, dijadikan upeti sebagai tanda kerja sama.
Referensi Jurnal
1. Arne Ludwig, Melanie Pruvost, Monika Reissmann, Norbert Benecke, Gudrun A. Brockmann, Pedro CastaƱos, Michael Cieslak, Sebastian Lippold, Laura Llorente, Anna-Sapfo Malaspinas, Montgomery Slatkin, and Michael Hofreiter. Coat Color Variation at the Beginning of Horse Domestication. Science, 2009; 324 (5926): 485 DOI: 10.1126/science.1172750

Pohon evolusi kuda
LUCA - Eukariota - Unikonta - Ophisthokonta - Hewan -Eumetazoa - Bilateria - Deuterostomia - Chordata - Craniata - Vertebrata - Gnathostomata - Teleostomi - Osteichthyes - Sarcopterygii - Vertebrata darat - Tetrapoda - Reptiliomorpha - Amniota - Synapsida - Eupelycosauria - Sphenacodontia - Sphenacodontoidea - Therapsida - Theriodontia - Cynodontia - Mammalia - Eutheria - Perrissodactyla - Equidae - Hyracotherium- Orohippus - Epihippus - Mesohippus - Miohippus - Kalobatippus - Parahippus - Merychippus - Dinohippus - Equus - Equus ferus - Equus ferus caballus
Bandingkan dengan manusia
LUCA - Eukariota - Unikonta - Ophisthokonta - Hewan -Eumetazoa - Bilateria - Deuterostomia - Chordata - Craniata - Vertebrata - Gnathostomata - Teleostomi - Osteichthyes - Sarcopterygii - Vertebrata darat - Tetrapoda - Reptiliomorpha - Amniota - Synapsida - Eupelycosauria - Sphenacodontia - Sphenacodontoidea - Therapsida - Theriodontia - Cynodontia - Mammalia - Eutheria - Primata -Catarrhini - Hominidae - Homo - Homo sapiens
BAcaan lanjut
http://www.talkorigins.org/faqs/horses/horse_evol.html

page_revision: 6, last_edited: 1245400629|%e %b %Y, %H:%M %Z (%O ago)
Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License