Asap hitam di celah hidrotermal di pegunungan tengah samudera. Para peneliti pada umumnya percaya kalau LUCA (Last Universal Common Ancestor) adalah menyukai panas atau organisme hipertermofilik, sama dengan yang ditemukan sekarang hidup di kedalaman samudera di celah-celah panas sepanjang pegunungan bawah laut. Bukti baru, menunjukkan kalau LUCA sesungguhnya sensitif pada suhu lebih hangat dan hidup di iklim dibawah 50 derajat. (Credit: P. Rona; OAR/National Undersea Research Program (NURP); NOAA)
Dari LUCA makhluk hidup berevolusi menjadi tiga cabang.
Referensi :
Forterre P, Philippe H. The last universal common ancestor (LUCA), simple or complex? Institut de Genetique et Microbiologie, Orsay, France. PMID: 11536914 [PubMed - indexed for MEDLINE]
"Journal of Molecular Evolution" Vol 49, Oct 1999.
Bastien Boussau, Samuel Blanquart, Anamaria Necsulea, Nicolas Lartillot, Manolo Gouy. Parallel adaptations to high temperatures in the Archaean eon. Nature, 2008; 456 (7224): 942 DOI: 10.1038/nature07393





