Rhinocerotidae
2693231132_dd21085ab3.jpg
Nama "rhinoceros" berasal dari yunani yang artinya tanduk hidung, seperti lima spesies badak yang memiliki paling tidak satu cula (kadang dua) tumbuh dari puncak hidung. Tidak seperti tanduk artiodaktil bovid, cula badak tidak memiliki isi dan berisi rambut. Cula memiliki sifat medis dan juga dipakai sebagai hiasan tradisiobal - hasilnya, semua spesies badak diburu dan diujung kepunahan. Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah salah satu spesies mamalia paling langka di bumi saat ini, dengan populasi hanya 60 ekor. Badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) lebih langka lagi karena kurang dari 30 ekor yang tersisa

Bacaan lanjut
Nowak, R. M. [Editor]. 1991. Walker's Mammals of the World. Fifth Edition. Johns Hopkins University Press, Baltimore.

Tougard, C., T. Delefosse, C. Hänni, and C. Montgelard. 2001. Phylogenetic relationships of the five extant rhinoceros species (Rhinocerotidae, Perissodactyla) based on Mitochondrial Cytochrome b and 12S rRNA genes. Molecular Phylogenetics and Evolution; 19(1): 34–44.

Vaughan, T. A., J. M. Ryan, and N. J. Czaplewski. 2000. Mammalogy. Fourth Edition. Saunders College Publishing, Philadelphia.

Sumber gambar
http://www.flickr.com/photos/joanot/2693231132/

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License